Sumber
Foto: beritajatim.com Ruang
Makna, Surabaya – Lagu-lagu lama milik boyband asal Irlandia, Westlife, kembali ramai diperbincangkan di media
sosial. Melalui platform seperti TikTok, sejumlah lagu mereka kembali viral dan
digunakan oleh pengguna dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda seperti
gen Z yang bahkan tidak tumbuh di era kejayaan grup tersebut. Diperkuat oleh
perubahan cara gnerasi muda dalam mengonsumsi musik di era digital. Kehadiran
platform seperti TikTok dan Spotify membuat lagu tidak lagi dibatasi oeh tahun
rilis, tetapi ditentukan oleh seberapa relevan karya tersebut digunakan dan
dimaknai kembali oleh pendengar. Lagu lama yang identik dengan nostalgia, kini
justru hadir sebagai bagian dari tren digital dan konsumsi budaya populer baru.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana musik tidak memiliki
batas waktu. Lagu-lagu yang dirilis puluhan tahun lalu dapat kembali populer
berkat peran media sosial yang memperkenalkan ulang karya-karya tersebut kepada
audiens baru. Dalam beberapa waktu terakhir, potongan lagu seperti My Love kerap muncul sebagai latar video yang
berisi kenangan, hubungan jarak jauh, hingga momen perpisahan. Westlife sendiri dikenal sebagai boyband yang menciptakan
lagu-lagu bertema cinta yang cukup emosional. Lirik-lirik yang disampaikan
sederhana namun mendalam sehingga menjadi kekuatan utma mereka dalam
menyampaikan perasaan, seperti kerinduan, kehilangan, dan harapan dalam suatu
hubungan. Tema-tema tersebutlah yang membuat lagu mereka tetap relevan bagi
generasi saat ini. Menariknya, kedekatan Gen Z dengan lagu-lagu Westlife tidak
semata-mata bermula dari media sosial. Sebagaian anak muda, lagu-lagu seperti
If I Let You Go, Swear It Again, dan My Love justru lebih dulu hadir lewat
orang tua mereka. Lagu-lagu tersebut pernah diputar di rumah dan menjadi bagian
dari masa muda generasi sebelumnya. Pada saat itu, Gen Z mungkin hanya mengenal melodinya dan
menganggapnya sebagai lagu lama yang akrab di telinga. Namun seiring
bertambahnya usia dan pengalaman hidup, lagu-lagu tersebut mulai dimaknai
secara berbeda. Lirik yang dulu sekadar terdengar indah, kini terasa lebih
relate. Disinilah daya tarik lagu-lagu Westlife seolah hidup kembali. Bukan
hanya karena nostalgia, namun karena pendengar generasi baru yang mulai
menemukan makna yang sebelumnya belum mereka pahami. Di tengah arus musik modern yang semakin beragam, kehadiran
lagu-lagu lama Westlife justru membawa nuansa yang berbeda. Banyak pengguna
media sosial yang merasa lebih terhubung dengan lagu-lagu tersebut karena
liriknya yang mampu merepresentasikan perasaan yang sulit untuk diungkapkan
secara langsung. Hal inimmemperlihatkan bahwa esensi emosi dalam dunia musik
bersifat universal dan tidak lekang oleh waktu. Popularitas ini juga didorong oleh budaya digital saat ini,
yang mana lagu-lagu lama dapat hidup kembali melalui tren tren saat ini.
Seperti halnya di TikTok, lagu-lagu Westlife tidak hanya digunakan sebagai
musik latar nostalgia, tetapi juga untuk konten yang bertema hubungan, cerita
personal, bahkan quotes kehidupan. Sehingga musik lama pun hadir dalam konteks
baru yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi saat ini. Selain itu, konser Westlife di Indonesia pada awal Februari
lalu khususnya di Jakarta dan Kota Surabaya, turut memicu mreningkatnya
perhatian publik terhadap grup tersebut. Euforia penggemar yang hadir langsung
maupun yang mengikuti melalui media sosial memperlihatkan bahwa pendengar
mereka saat ini bukan hanya generasi lama, tetapi juga penikmat baru dari
generasi saat ini. Fenomena ini menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan
antar generasi. Para orang tua mewariskan lagu-lagu yang pernah menemani masa
mudanya, sementara anak-anak mereka menemukan makna baru dari lagu yang sama
namun pada fase hidup yang berbeda. Tak hanya itu, hal ini memperlihatkan bahwa
musik pop tidak selalu bergerak maju dengan meninggalkan masa lalu. Budaya
populer bekerja dengan menghadirkan kembali karya lama ke ruang-ruang baru.
Lagu-lagu Westlife menjadi contoh bagaimana musik era 1990-an dan awal 2000-an
dapat menemukan relevansi baru di tengah generasi digital. Pada akhirnya, kembalinya popularitas Westlife membuktikan
bahwa cerita tentang cinta, kehilangan, dan harapan akan selalu memiliki tempat
di hati pendengarnya. Meski zaman terus berubah, makna yang disampaikan melalui
musik tetap dapat dirasakan lintas generasi, dan mungkin itulah alasan
lagu-lagu mereka masih terasa dekat hingga kini.
#Westlife #TikTok #Musik #GenZ #Nostalgia Penulis : Citra Indah Rawinata Editor : Risnel Swaranya N |
Comments
Post a Comment